Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Perspective Will Kill You

           Hal pertama yang kita lakukan saat bertemu pertama kali dengan orang adalah melihat penampilan, setelah itu biasanya cara bicara orang tersebut. Dan setelah dua hal ini terjadi akan timbul perspektif dalam diri kita mengenai orang tersebut. Entah itu baik atau tidak. Perspektif itu lahir secara alamiah. Namun sebaiknya kita jangan pernah menilai orang dari perspektif pertama, karena hal itu kan membuatmu menyesal setelah kamu mengetahui perspektif itu tidaklah benar.             Perspective will kill you, saya mendapat kata-kata itu dari salah satu aktivis BEM FH di kampus saya. Mungkin sekilas terdengar seram. Tapi memang hal itu benar. Karena apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Misal nih, saya menilai si A baik dari cara berpakaiannnya, namun ternyata setelah kita mengenalnya si A mempunyai sifat yang buruk, misal suka berbohong.             ...

Bila Kau Sendiri

Ketika teman tidak bisa lagi menjadi tempat untuk bersender Ketika sahabat tidak bisa lagi menjadi tempat untuk mendengar segala keluh kesah Ketika rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman tak bisa lagi memberi kenyamanan itu Lalu pada siapa lagi kita harus mendekat kalau bukan kepada-Nya Dekatilah Dia ... Karena sebenarnya kita hanyalah sendiri Sebelum kita lahir kita berada di dalam perut pun sendiri Begitu pula kelak saat malaikat maut menjemput kita Saat itu kita  berada di antara orang yang menyayangi kita Namun ketika malaikat maut menjemput, hanya kita yang akan pergi sendiri Lalu untuk apa berkeluh kesah tidak mempunyai seorang teman  Kalau kita sendiri memiliki-Nya

Ramai Namun Sunyi

Ada yang tahu apa arti kalimat tersebut? Biasanya kalimat itu dipakai perempuan yang merindukan seseorang. Namun tidak selamanya kalimat tersebut dipakai untuk kalimat klise, yaitu berupa rindu. Begitu pula denganku. aku merasa sunyi di tempat ramai ketika ketika aku tidak mempunyai teman yang tidak bisa aku ajak ngobrol. Aku merasa sunyi ketika teman-temanku menjauhiku. Aku merasa sunyi ketika orang disekitarku membenciku. Dan aku merasa sunyi ketika aku bertindak benar, namun disalahkan oleh banyak orang. seolah-olah mereka tidak mengetahui apa yang terjadi. Yang terjadi padaku setelah hal itu adalah aku menjadi pendiam, aku merasa tidak nyaman di tempat itu, dan aku merasa aku tidak mau untuk bertemu dengan mereka. Namun apa daya aku hanyalah manusia.  Aku tidak bisa melakukan hal-hal sesuka hatiku. Kalau tidak ingin tambah dibenci, aku harus melakukan hal yang membuat hati mereka senang. Namun karena aku adalah manusia biasa, aku tidak bisa membuat semua orang senang kep...